Kamis, 01 Maret 2012

Ka.Kwarcab Bambang Dwi Hartono Kukuhkan Ka Kwaran Kenjeran Periode 2012-2015

Surabaya- Hari ini Rabu, 1 Maret 2012, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya Kak Bambang DH telah melantik 44 pengurus gerakan pramuka kwartir ranting kenjeran. Acara yang dimulai pukul 08.00 wib, itu yang diawali dengan musyawarah ranting berjalan dengan lancar, karena sebelumnya persiapan-persiapan yang berkaitan dengan acara tersebut disiapkan secara matang walaupun persiapan pelaksanaannya sangat singkat. Kak Hadi Suryani, S.Pd., M.MPd selaku ketua panitia menyatakan " Musyawarah Ranting ini sebenarnya telah lama diagendakan, dan hari ini (kamis,1/3/2012) baru bisa dilaksanakan." 

Acara musran tersebut dihadiri oleh 150 undangan dari seluruh Kepala SDN negeri/swasta se-kecamatan Kenjeran beserta perwakilan-perwakilan dari SMP negeri maupun swasta serta pembina-pembina pramuka yang aktif di gugus depan sekitar kwartir ranting kenjeran juga hadir. Termasuk juga beberapa komponen pemerintahan terkait seperti lurah Sidotopo wetan, lurah Kedinding, lurah Tambak wedi, dan staf koramil kenjeran serta staf polsek kenjeran juga ikut ditengah-tengah kegiatan musran kenjeran tersebut.

Setelah melalui pleno, Kak Hadi Suryani, S.Pd., M.MPd, menjadi Ketua terpilih Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kenjeran periode 2012 hingga 2015. Sebelum kegiatan musran usai, Ka.Kwarcab Bambang Dwi Hartono yang didampingi oleh Ketua Harian Kak Titik Sudarti dan Kak Joko Susilo selaku Waka Orkum serta Kak Supomo selaku Ka.Mabicab ranting Kenjeran melantik Kak Hadi Suryani beserta pengurusnya.

"Kwartir ranting kenjeran sekarang sudah mempunyai pengurus baru, kegiatan yang mengawali perjalanan pengurus baru periode 2012 - 2015 itu ke depan ini adalah Orientasi Mabi, agar para Mabi periode ini dapat lebih mantap dan paham dengan program-program kegiatan pramuka khususnya di Kwartir Ranting Kenjeran" ungkap kak Hadi Ka.Kwaran Kenjeran.

Selamat ya kak hadi, selamat bertugas.(mirli)









Rabu, 22 Februari 2012

Pemuda Surabaya, Jaya Luar Biasa

Seratus lebih anggota pramuka berkumpul bersama dengan 33 organisasi kepemudaan seluruh Surabaya. Berkumpulnya para pemuda tersebut dalam rangka menghadiri kegiatan Seminar Kepemudaan yang digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kegiatan yang bertajuk "Pembinaan Kemitraan Antar Pemuda Kota Surabaya" di Gedung Wanita Surabaya kemarin (rabu, 22/2/2012) disambut antusias tinggi oleh para pemuda.

Drs Sigit Sugiharsono, M.Si selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga disela-sela pembukaan menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan ini tidak lain adalah agar pemuda Surabaya dapat menyamakan visi dan misi, membangun kemitraan, menjaga persatuan antar pemuda yang ada di Surabaya.

Seminar kepemudaan yang dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya H. Kemas Eka Saktiawan S.Sos dari KNPI, Johan Fatchurrofiq, M.Pd dari Pusdiklatcab Surabaya, IPDA Sugeng Riyanto dari Polrestabes Surabaya, Bagus Sunyoto dari psiology.

Kak Johan panggilan akrab di pramuka menyampaikan materi Karakter Bangsa bagi Pemuda, bahwa pemuda mempunyai energi yang besar dalam membentuk karakter bangsa, untuk itu diperlukan sumbangsih, kerelaan dan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan bangsa terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan antar pemuda. Diakhir acara, peserta tertawa terpingkal-pingkal dengan suguhan materi dari Pak Bagoes Sunyoto. Dengan kelucuannya, Pak Bagoes memacu, memotivasi para peserta yang hadir saat itu.

Sebagian besar dari jumlah peserta yang hadir, Pramuka berasal dari beberapa gugus depan diantaranya anggota pramuka dari pangkalan Koramil 0832 Sawahan, SMA 13, SMKN 1, SMKN 6, Brigade Penolong 13.37, dan Dewan Kerja Cabang Kota Surabaya dan beberapa organisasi masyarakat diantaranya, KNPI, MKGR, Kepemudaan NU, dan masih banyak lainnya.

Dengan berakhirnya kegiatan seminar kepemudaan tersebut, diharapkan pemuda surabaya dapat bersatu membangun Kota Surabaya yang jauh dari hal-hal negatif yang dapat merusak Kota Surabaya.
(Mirli)







Minggu, 19 Juni 2011

Pramuka pun Jaga Masjid Nabi

Jangan remehkan Pramuka. Di Arab Saudi, Pramuka pun punya banyak peran, apalagi di musim haji seperti sekarang ini. Pemerintah Arab Saudi telah mengerahkan Pramuka (Kassyafah) untuk menjaga setiap sudut kawasan Markaziyah atau kompleks Masjid Nabawi, Madinah.
Mereka berjaga-jaga bersama ribuan personel keamanan yang terdiri atas polisi (syurtoh), askar (pamong praja). Para petugas keamanan ini, tersebar di jalan-jalan sekitar masjid, pintu gerbang masjid, halaman masjid dan di dalam masjid.
Bila musim haji tahun sebelumnya, jalan-jalan di luar Markaziyah kira-kira sejauh 500 meter dari Masjid Nabawi sepi dari petugas pengamanan, kini sejumlah pamong praja ataupun Pramuka selalu bersiaga di tiap perempatan jalan. Jumlah mereka menjadi berkali-kali lipat ketika menjelang dan sesudah pelaksanaan salat wajib.
Makin mendekati masjid jumlah petugas pengamanan makin banyak. Tepat di depan gerbang Masjid Nabawi, beberapa jenis mobil polisi terparkir lengkap dengan belasan personelnya. Para petugas ini bertugas mengatur lalu lintas dan membantu para calhaj menyeberang jalan.
Para pramuka yag berjaga itu umumnya berasal dari sekitar kota Madinah saja. Mereka dikoordinir dari sekolah-sekolah Mutawassitoh dan Tsanawiyah (Tsanawiyah dan Aliyah) di seluruh kota Madinah. Rata-rata anak-anak sekolahan ini memiliki kemampuan berbahasa dan tatakrama yang lebih baik daripada para tenaga pamong praja, bahkan daripada para polisi Madinah sendiri.
Anak-anak pramuka ini, biasanya tampak berseri-seri membantu jamaah. Mereka bahkan tidak enggan mengantarkan para jamaah yang tersesat hingga ke pos-pos negara setempat.

Selama bertugas membantu jamaah haji ini, para pramuka mendapatkan insentif dari pemerintah sebanyak 2.500 riyal atau kira-kira Rp 6.250.000 untuk masa tugas musim haji.
Musim haji kali ini penjagaan memang ketat. Di pintu masuk masjid, jumlah penjaga dari Hai`ah Amar Ma`ruf Nahi Munkar (seksi urusan amar ma`ruf nahi mungkar) tampak bertambah banyak. Mereka bahkan menjadi lebih galak dibanding biasanya. Tas-tas jamaah digeledah dan bila ditemukan kamera atau atau barang terlarang, maka jamaah dilarang masuk masjid.
 Banyak tenaga keamanan ini didayangkan dari kota-kota sekitar Madinah seperti Tabuk dan Thaif. Bahkan di antara mereka juga terdapat pamong praja musiman yang hanya bertugas di Masjid Nabawi saat musim haji saja.
Mungkin saja anggota pramuka surabaya yang tergabung dalam BRIGADE PENOLONG 13.37 dapat dikirim ke Arab dalam rangka menjalankan tugas sosialnya. Jadi, sekalian itung -itung naik haji. Pasti banyak yang mendaftar sebagai BP 13.37. Mantap.(sumber berita:http://www.tempointeraktif.com)

Senin, 30 Agustus 2010

Ayo!!! Ciptakan Kegiatan Menarik…

Menarik??.
Kata itu yang selalu muncul di pikiran adik – adik kita. Dan sudah jelas adik-adik kita akan datang kelatihan jika mereka tahu kegiatan itu sangat menarik. Sudah seyogyanya juga kita membuat kegiatan menjadi menarik. Dan adik-adik akan malas datang jika kegiatan itu tidak menarik. Jangankan malas, mendengar kata pramuka mereka ogah mendengarkan.
Tapi, kata menarik itu juga perlu kita perhatikan. Nah, kata menarik itu sendiri seperti apa. Terkadang kita sudah menyiapkan materi latihan, alat-alat latihan, dan lain sebagainya. Begitu latihan baru menginjak 20 menit mereka bertanya “Kak, kapan pulang?”. Bahkan ada yang mengeluh “Kak, capek?”. Kalau sudah seperti itu, kesan latihan akan menjadi hambar, atau bahkan sebuah virus yang dapat menular ke adik-adik kita. mereka juga ikut bertanya ataupun mengeluh.
Nah kegiatan menarik itu seperti apa?
Kegiatan menarik itu bukan berarti materi kita berlebihan, alat kita selengkap toko peralatan atau semuanya serba wah. Tidak. Kegiatan menarik itu tergantung dari cara kita mengolahnya. Satu contoh latihan tali-temali. Kemungkinan besar yang kita lakukan adalah kita perlihatkan gambarnya, kita beritahu fungsinya, kita ajari caranya, lalu mereka mencoba. Kenapa kita tidak mencoba membalik cara itu. Yaitu mereka mencoba dahulu, baru kita ajari dan kita perlihatkan gambarnya.
Kita ambil contoh latihan simpul Tiang. Teknisnya, adik-adik kita beri bahan latihan dimana didepan mereka ada tali dan seekor kambing ( kalau tidak ada kambing ya gajahlah e.. kucinglah) . Nah sekarang pembina memberi tugas ” Tolong adik-adik ikat kambing itu supaya tidak lari!”. Tentunya mereka dengan semangat akan mengikat kambing tersebut. Pada saat itu biarkan adik-adik mengikat sebisanya dan jangan melarang ikatan apa yang akan mereka gunakan.
Setelah beberapa adik- adik kita sudah mencoba mengikat semua, kita ajari adik-adik kita kemudian kita tunjukan gambarnya. Dari situ adik-adik kita akan tahu fungsi ikatan itu dengan sendirinya. Pada saat jam latihan akan berakhir, kita umumkan bahwa minggu depan akan kita coba lagi mengikat yang lainnya.
Saya yakin minggu depan adik-adik kita akan berdatangan, karena adik-adik kita merasa sudah bisa dan tertarik akan tantangan kegiatan tersebut. Itu semua artinya bahwa peran kita sebagai pembina harus mampu mengemas kegiatan ataupun materi latihan yang betul-betul nyata manfaatnya dan menunjukkan sebuah hasilnya. Bagaimana[MT]